Memilih sapi perah yang tepat adalah langkah krusial pertama dalam membangun peternakan yang menguntungkan. Di Desa Tlogosari, kualitas susu sangat ditentukan oleh jenis indukan yang dipelihara oleh para anggota BUMDes. Berikut adalah panduan mendalam untuk memilih sapi perah berkualitas:
1. Ciri Fisik (Konformasi Tubuh)
Sapi perah yang produktif umumnya memiliki bentuk tubuh menyerupai segitiga jika dilihat dari samping atau atas (lebar di bagian belakang dan meruncing ke depan). Hal ini menandakan ruang yang cukup untuk kapasitas pakan dan perkembangan ambing. Perhatikan juga punggung yang lurus dan kaki yang kuat untuk menopang beban tubuh yang berat saat hamil atau produksi susu tinggi.
2. Kualitas Ambing dan Vena Susu
Ambing adalah "pabrik" susu. Pilihlah sapi dengan ambing yang besar, menggantung namun tidak terlalu rendah (melewati lutut), serta memiliki tekstur yang kenyal dan tidak keras setelah diperah. Vena susu yang berkelok-kelok dan menonjol di bagian perut bawah merupakan indikasi aliran darah yang lancar menuju ambing, yang berkorelasi positif dengan volume produksi susu.
3. Catatan Produksi (Pedigree)
Jika memungkinkan, periksa catatan keturunan sapi tersebut. Indukan yang baik biasanya berasal dari silsilah penghasil susu tinggi. Di BUMDes Mekarsari, kami menyarankan anggota untuk memilih sapi Friesian Holstein (FH) yang telah teraklimatisasi dengan suhu dingin pegunungan Tutur agar stres lingkungan minimal.
4. Kesehatan dan Temperamen
Sapi harus terlihat aktif, mata bersinar, moncong lembap, dan nafsu makan tinggi. Hindari sapi yang memiliki riwayat penyakit mastitis atau gangguan reproduksi. Temperamen yang tenang juga penting karena sapi yang stres atau galak cenderung menghambat proses pemerahan dan menurunkan hormon oksitosin yang merangsang keluarnya susu.